Posts

Suara PANG

Image
"Senyum Si Bangsat" Mix Media on canvas, Karya Bob Marjinal Mendengar kata “Pang” yang terlintas dibenak kita beragam persepsi, sebut saja anti kemapanan, bisa juga ideologi hidup yang mencakup aspek s osial  dan politik.   Pang lebih dikenal dengan fashionnya, potongan rambut  mohawk , sepatu boots , rantai, spike , dan aksesories lainnya. Dalam kesehariannya, seperti itulah cara mereka mengekspresikan perbedaan dan kebebasan pada dirinya. Dalam ruang kebebasan tanpa batas kali ini “Pang” menggelar hajatan seni rupa dengan tema “No Border, No Class,” di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki. Dinding-dinding dan lantai galeri dihiasi sejumlah karya instalasi, lukisan, mural, cukil kayu, dan fotografi. Pameran ini melibatkan empat perupa; Mike Marjinal, Refi Mascot, Bob Marjinal, dan Amien Kamil. Imaji yang disajikan oleh keempat perupa ini sebagai sebuah refleksi personal perupa, sekaligus menjadi bagian pewartaan mereka. Bahasa visual yang di...

Identitas dan Tradisi

Pada kenyataan identitas ada dua sisi, kesamaan (isi identitas) dan perbedaan (penanda batas identitas). Isi identitas adalah apa yang dimiliki bersama oleh seseorang dengan anggota lain dari kelompoknya. Dalam kontek Batak Toba saat ini, merawat identitas dengan membudayakan tradisi. Tradisi digunakan sebagai kebiasaan dari suatu masyarakat, baik yang diturunkan dan dikembangkan dari generasi kegenerasi, maupun suatu “kenyataan yang dihidupi,” yang ma na tradisi dan kultur hampir sinonim. Kultur Batak Toba misalnya, mempunyai ciri khas, yaitu; marga (fam), huta (kampong), daliahan natolu (kekerabatan), dan adat. Marga membentuk kesatuan berdasarkan garis keturunan laki-laki. Huta sebagai tempat komunitas kecil berdasarkan marga. Dalihan natolu suatu relasi kekeluargaan berdasarkan perkawinan. Ketiga unsur ini membentuk struktur masyarakat Batak Toba. Sedangkan adat, sebagai ekspresi kultur (budaya) Batak. Salah satu ekspresi itu adalah tarian Tor tor pada pesta pen...

Gorga

Image
P ada rumah adat Batak sering kita jumpai hiasan ukiran dalam bentuk garis spiral pada permukaan kayu, dalam bahasa Batak Toba disebut Gorga. Seni Gorga termasuk gaya seni bangsa Proto Melayu (Dongson). Dari segi pemakaian, warna Gorga terbagi dua, "Gorga Sigaraniapi" dan "Gorga Silinggom." Gorga Sigaraniapi lebih cerah dan dominan memakai warna merah. Dahulu Gorga Sigaraniapi dipakai menghia s rumah keluarga biasa atau masyarakat umum.  Gorga Silinggom lebih serius dan mistis, karena menggunakan tri warna, hitam, putih dan merah. Akibatnya warna terlihat redup, cenderung gelap seperti ternaung. Konon, Gorga jenis ini banyak digunakan untuk menghiasi rumah raja, yang mana dapat menaungi masyarakat biasa. Menariknya, seni ini tidak lepas dari adat, dimana adat menjadi suatu pola hidup orang Batak Toba. Adat mengatur kehidupan manusia yang dianalogikan dengan kehidupan tengah, supaya ada kesesuaian antara mikrokosmos dan makrokosmos. Dengan kata lain, kehidupan...

Ekspresi Seni Sebagai Ungkapan Bahasa Moral

Image

Berjuang Untuk Hak Perempuan dan Anak

Image
Perjalanan ke Pulau Seram banyak hal yang menarik, selain hasil alamnya yang melimpah, kekayaan lautnya pun tak kalah menarik. Pulau rempah ini dilkelilingi oleh laut serta pantai yang indah di kawasan timur Indonesia. Melintasi beberapa desa, ada salah satu dusun yang menarik, yaitu; dusun Waralohi, letaknya di desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Di dusun ini terbentuk sebuah komunitas perempuan untuk pelayanan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Awalnya, dusun Waralohi adalah wilayah konflik yang terjadi di Maluku pada tahun 1999 dan tahun 2011. Pasca kerusuhan, perlahan dusun ini mulai ditempati oleh sejumlah pendatang dari berbagai daerah di Maluku. Pada tahun 2013, yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) mendirikan sekolah PAUD untuk korban pasca konflik. Lalu, LAPPAN juga membentuk posko komunitas, yang dipimpin oleh Fatma (48). Selain pendampingan korban KDRT, Fatma juga sering membantu advokasi, baik litigas...

Budaya Tenun Ikat dan Martabat Perempuan

Image
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang penuh budaya dan kaya akan keberagaman. Salah satunya ditandai dengan adanya cara berpakaian, dan menjadi hal yang paling berpengaruh adalah bahan dasar pakaian itu. Keberagaman kain dan tekstil yang khas seperti; batik, belongsong, lurik, songket, tenun ikat, tapis, dan ulos, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki warna, motif, dan filosofi masing-masing. Seperti sarung “Buna Biboki Atone” dari Timor Tengah Utara, yang didominasi dengan warna benang merah dan hitam. Sarung ini mempunyai arti khusus, dimana “Atone” adalah simbol manusia. Dahulu, para perempuan memakai sarung motif “Atone” pada saat menari “Likurai” (menari dengan menabuh gendang) untuk menyambut suku mereka (Biboki) yang baru pulang perang, dengan membawa kepala manusia. Saat ini, tarian “Likurai” di lakukan pada penyambutan tamu terhormat, dan pada pesta rumah adat. Di saat merenovasi rumah adat, masyarakat akan terus menari, mulai dari a...

Memaknai Waktu Dalam Sebuah Karya Seni

Image
Kali ini, di Galeri Nasional Indonesia ada yang berbeda, dimana para pengunjung di arahkan masuk melalui pintu belakang Galeri. Pameran tunggal Hanafi yang bertajuk “Pintu Belakang | Derau Jawa” di kuratori oleh Agung Hujatnikajennong. Dalam pameran ini, kita di ajak untuk melihat bagaimana Jawa sebagai sebuah “bungkusan identitas,” dimana identitas adalah sebagai label sosial yang tertempel pada kita. Nah, identitas ini kita terima dari tempat dan kelompok, di mana kita lahir.  Pada pameran ini, Hanafi terinspirasi dari mitos dan kisah keseharian masyarakat Jawa yang nyaris terlupakan. Seperti pada karya yang berjudul “Headaches – Fever,” kita di suguhkan dengan visual yang unik, tersusun berderet enampuluh buah kempul berbahan aluminum, di setiap kempul bertuliskan “buyer”. Karya ini mengingatkan pada sebuah produk obat-obatan modern saat ini.   Dahulu komunitas Jawa lebih mengenal jamu sebagai pengobatan, dengan perkembangan jaman yang tradisional di lupakan, m...