Gua Maria Tritunggal Maha Kudus
Di kaki perbukitan Sibiru-biru, Deli Serdang, ditengah perkebunan Sawit berdiri Gua Maria Tritunggal Maha Kudus. Menuju tempat ini jalannya adem, dihapit perkebunan sawit, jalanan mulus dengan kontur rolling tipis.
Tempatnya hening, menuntun siapa pun yang datang untuk berhenti sejenak istirahat dari keriuhan.
Beberapa orang datang dengan berbagai alasan. Ada yang membawa doa, ada yang membawa luka, ada pula yang bahkan tidak tahu apa yang sedang mereka cari. Mereka menaiki anak-anak tangga yang tak terlalu tinggi, duduk dilantai sambil melepas sepatu, lalu masuk ke ruang doa, kapel Adorasi.
Di samping kapel, ada patung Maria berdiri, ditemani lilin-lilin kecil menyala seperti cerita-cerita yang tak selesai, tentang harapan, penyesalan, dan keinginan untuk memulai ulang.
Tempat ini sering menjadi ruang retret kecil. Lebih mirip perjumpaan sunyi antara manusia dan dirinya sendiri. Di antara desir angin dan suara daun yang saling bersentuhan, kita belajar mendengar sesuatu yang selama ini tenggelam dalam suara hati kita sendiri.
Barangkali, yang membuat tempat ini istimewa bukanlah guanya, bukan pula patungnya. Melainkan kesempatan yang diberikan-Nya untuk berhenti sekejap, untuk diam, dan untuk pulang. Bukan pulang ke rumah, melainkan pulang ke dalam diri, tempat di mana segala yang rumit perlahan menjadi sederhana.
Sibiru-biru, Maret 2026
#houseofprayer #devosikatolik #reflection #northsumatera







Comments
Post a Comment